Laporan
Keuangan
Pengertian Laporan
Keuangan
Media yang dapat dipakai untuk
meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah lapoaran keuangan. Laporan
keuangan berisikan data-data yang menggambarkan keadaan keuangan suatu
perusahaan dalam suatu periode tertentu sehingga pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan dapat mengetahui keadaan
keuangan dari laporan keuangan yang disusun dan disajikan oleh perusahaan Menurut
Harahap (2004:105) ”laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil
usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun
jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah Neraca, Laporan rugi Laba,
Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan posisi Keuangan”.
Sedangkan Riyanto (2001:15)
menyatakan laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai adanya keuangan suatu
perusahaan, dimana neraca mencerminkan nilai aktiva, nilai hutang, dan modal
sendiri pada suatu saat tertentu dan laporan keuangan laba/rugi mencerminkan
hasil-hasil yang dicapai selama periode tertentu biasanya dalam satu tahun.
Dari pengertian-pengertian di
atas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah hasil dari proses
akuntansi yang berisi data-data keuangan. Data-data keuangan ini digunakan
untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau
aktivitas perusahaan tersebut.
Analisa Laporan Keuangan
Merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan analisa rasio keuangan karena analisa ini lebih sering digunakan dan lebih sederhana.
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Pada waktu tertentu manajemen
suatu perusahaan harus menyusun dan menyajikan laporan keuangan guna memenuhi
kebutuhan para pihak yang berkepentingan atas suatu perusahaan ini. Mengenai
laporan keuangan yang disajikan dan disusun oleh manajemen sesuai Ikatan
Akuntan Indonesia ,
(2007:2) menyatakan “laporan keuangan
yang lengkap terdiri atas komponen-komponen berikut ini: neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan
keuangan.”
a. Neraca (Balance Sheet)
Pendapat Skousen (2001:41) yang dimaksud dengan neraca adalah ”laporan
sumber-sumber dari suatu perusahaan (harta), kewajiban perusahaan (hutang), dan
perbedaan antara yang dimiliki (harta) dan apa yang dipinjam (hutang) yang
disebut ekuitas”. Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan
perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk pengeluaran-pengeluaran
yang belum dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang
tidak berwujud lainnya (intangible assets) misalnya goodwill, hak patent, hak menerbitkan dan
sebagainya. Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian
utama yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva juga dapat
digolongkan seperti di bawah ini.
1) Harta lancar yaitu harta yang berupa uang tunai yang dapat digunakan
dalam jangka pendek
2) Investasi jangka panjang yaitu pernyertaan atau penanaman modal pada
perusahaan lain dalam jangka panjang untuk memperoleh pendapatan
3) Harta tetap yaitu kekayaan perusahaan yang pemakainya dalam waktu lama
serta mempunyai nilai material.
4) Harta tetap tidak berwujud yaitu hak istimewa yang dimiliki oleh
perusahaan yang mempunyai nilai tetapi tidak mempunyai nilai fisik
5) Harta lain-lain yaitu harta yang tidak dapat dikelompokkan dalam empat
jenis aktiva di atas.
b. Laporan Laba Rugi (Income
Statement)
Laporan laba rugi yaitu sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai
perusahaan dan juga mengetahui berapakah hasil bersih atau yang didapat dalam
suatu periode. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:10) laporan laba rugi
minimal mencakup pos-pos berikut yaitu pendapatan, laba rugi usaha, beban
pinjaman, bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang
diperlakukan menggunakan metode ekuitas, beban pajak, laba atau rugi dari
aktivitas normal perusahaan, pos luar biasa, hak minoritas, dan laba atau rugi
bersih untuk periode berjalan.
c. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan modal adalah ringkasan tentang perubahan modal yang
terjadi dalam suatu periode tertentu. Maka dapat diketahui bahwa laporan
perubahan ekuitas memberikan informasi mengenai tambahan atau pengurangan
ekuitas selama periode tertentu. Penambahan ekuitas berasal dari investasi dan
laba sedangkan pengurangan ekuitas biasanya karena kerugian atau pengambilan
pribadi.
d. Laporan Arus Kas
Dalam laporan ini yang dicantumkan semua transaksi dan keterjadian
perusahaan yang mempunyai konsekuensi kas. Laporan arus kas menggambarkan
keadaan masa yang akan datamg, karena informasinya dapat digunakan untuk
melakukan prediksi di masa yang akan datang.
e. Catatan atas Laporan
Keuangan
Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian
jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan
laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban
kontinjensi dan komitmen.
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut Sawir (2005:2) adalah sebagai berikut:
a. menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b. laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian
besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari
kejadian masa lalu.
c. laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau
pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Laporan keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan
saat ini dan untuk memperkirakan hasil operasi serta arus kas di masa depan.
Dari pengertian di atas tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi
keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumbersumber ekonomi dan kewajiban serta
modal suatu perusahaan.
Manfaat akuntansi Laporan
Keuangan
1. Pihak Intern / Manajemen Perusahaan
Adalah para manajer untuk tugas perencanaan, kegiatan perusahaan.
Tingkatan Manajemen Perusahaan :
a. Manajer tingkat atas (top manajer),
perencanaan untuk tujuan jangka panjang, strategi dan kebijaksanaan.
b. Manajer tingkat menengah (Middle manager),
pengembangan kebijakan dan strategi yang ditetapkan top manajer.
c. Manajer tingkat Bawah,
Pelaksanaan yang meliputi supervisor, mandor
2. Pihak Eksternal
a. Pemilik : Memprediksi laba dan perkembangan perusahaan
b. Kreditor : Analisa Kredit
c. Pemasok : Analisa pembayaran atas tagihan, misal : Asuransi
d. Investor : Analisa penanaman modal
e. Karyawan : Kesejahteraan atas upah dan tunjangan lain
f. Pemerintah : Kepentingan penetapan pajak, penyusunan statistik
pendapatan nasional.
Contoh Laporan Keuangan :
Sumber :
Nama : Fajar Agung Dewantara
NPM : 12211624
Kelas : 1EA17
